Kicaumu adalah harimaumu. Itulah peribahasa yang mungkin lebih relevan dengan zaman yang serba modern sekarang. Dimana sebuah kicauan (istilah dalam twitter) dapat menjadi lebih tajam daripada sebuah ucapan. Maraknya sosial media menjadi alasan kenapa hal ini bisa terjadi.

Banyak orang yang lebih aktif bermedia sosial ketimbang berbincang dengan orang lain.

Mereka lebih sering mengupdate status baik di Facebook, Twitter, maupun jenis sosial media yang lain. Ucapan yang kita tulis di sosmed dan  kita publikasikan akan  dengan cepat tersebar hanya dalam hitungan detik. Ini lah  yang harus kita waspadai. Kalau kita tidak pintar menyaring apa yang akan kita tulis di status, alih-alih untuk hiburan justru akan membuat orang lain tersinggung.

Seperti dilansir dari liputan6.com, ditahun 2017 ini Indonesia menempati urutan ke 4 dengan pengguna Facebook teraktif di Dunia. Kondisi seperti ini tentu menjadi sebuah hal yang luar biasa. Kalau kita tidak dapat memilah apa yang perlu dan tidak perlu kita publikasikan, tentu akan sangat membahayakan diri sendiri.

Sudah banyak kejadian fitnah yang muncul akibat  adanya status disosmed. Kesalah pahaman yang muncul, sindiran yang berlebihan, kalimat ejekan bahkan hinaan yang kerap kita jumpai. Ini merupakan pemicu munculnya tindak kriminal seperti penculikan, perampokan, pencurian bahkan pembunuhan.

Untuk itulah kita harus pandai dalam bersosial media. Selalu saring berita yang masuk, cek dahulu kevalidan beritanya. Yang lebih penting adalah berfikirlah seribu kali kalau kita membuat status, jangan sampai ada pihak-pihak yang tersinggung dengan tulisan kita. Walaupun tujuan kita hanya untuk bercanda, tetapi orang lain yang membaca belum tentu menganggap itu sebagai sebuah candaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.