Gotong royong memang tidak dapat dipungkiri lagi sebagia ciri khas bangsa Indonesia yang sudah turun temurun, sehingga keberadaannya harus dipertahankan. Pola seperti ini merupakan bentuk nyata solidaritas yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat sehingga  setiap warga yang terlibat didalamnya memiliki hak untuk dibantu dan berkewajiban untuk membantu.  Di era modern sekarang, tradisi gotong royong semakin terkikis. Majunya tekhnologi justru menjadikan masyarakat enggan bergotong royong. Mereka cenderung memilih untuk hidup sendiri dan mengesampingkan tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu.

Namun, masyarakat Desa Pasir menjawab itu semua dengan kompaknya mereka dalam membantu pembangunan Kantor Sekretariat Desa (Balai Desa) Pasir. Masyarakat Desa Pasir akan terus menjaga tradisi ini sampai kapan pun. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Desa Pasir yang datang untuk membantu proses Pembangunan Kantor Sekretariat Desa.

Minggu (15/1), pembangunan kantor sekretariat sudah masuk pada tahap pengecoran. Masyarakat dari berbagai dukuh/RT datang dengan rasa ikhlas untuk membantu proses pembangunan. Masyarakat berharap, dengan bergotong royong semuanya akan berjalan dengan maksimal dan cepat selesai. Dengan semangat dan rasa ikhlas masyarakat bersama perangkat desa bekerja tanpa mengenal rasa lelah. Mereka berharap, dengan adanya kantor sekretariat yang baru ini akan menunjang pelayanan yang lebih maksimal, sehingga antara Pemerintah Desa dengan masyarakat akan terjalin komuikasi yang baik.

2 comments to “GOTONG ROYONG, TRADISI TURUN TEMURUN YANG HARUS DILESTARIKAN”

You can leave a reply or Trackback this post.
  1. Rani S - 1 Februari 2018 Balas

    Semoga makin banyak lagi kegiatan seperti ini.

    • AdminDesa - 2 Februari 2018 Balas

      Terima kasih Rani S. Amin. Semoga tradisi ini akan terus ada sampai anak cucu kita nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.